Manajemen Biaya adalah suatu proses atau kegiatan yang diperlukan untuk memastikan bahwa proyek akan dapat diselesaikan dalam suatu anggaran yang telah disetujui.

Cost atau Biaya adalah semua sumber daya yang harus dikorbankan untuk mencapai tujuan spesifik atau untuk mendapat sesuatu sebagai gantinya.Biaya pada umumnya diukur dalam satuan keuangan seperti dollar, rupiah, dsb.


Ada beberapa teknik untuk memperkirakan biaya yang dibutuhkan dalam proyek perangkat lunak dan pada kesempatan kali ini penulis memilih Analogous Estimates ( Top Down Estimates) yaitu Mengestimasi biaya proyek berdasarkan biaya aktual dari proyek sebelumnya yang dianggap “mirip” dengan proyek yang akan dikerjakan. 

Terdapat 4  tahapan dalam biaya  manajemen proyek yaitu:
  • Cost Planning/ Perencanaan Sumber Daya - menentukan sumber daya (orang, peralatan, bahan) dan jumlah dari masing-masing Sumber daya yang harus digunakan untuk melakukan kegiatan proyek. 
  • Cost Estimating/ Perkiraan Biaya - mengembangkan perkiraan (estimasi) biaya dari sumber daya yang diperlukan untuk menyelesaikan kegiatan proyek. 
  • Cost Budgeting/ Penganggaran Biaya - mengalokasikan perkiraan biaya keseluruhan untuk aktivitas kerja individu. 
  • Cost Controlling Pengendalian Biaya - pengendalian perubahan anggaran proyek

1. Cost Planning

2. Cost Estimating

3. Cost Budgeting

4. Cont Controlling



Link Sheets : Here
Nama: Narendra Haryo Bismo
NRP: 5115100009
MPPL D, Tugas 2

Project Management Life Cycle,
Teams


Dalam sebuah team yang mengerjakan suatu proyek, dibutuhkan beberapa bagian guna menjalankan pekerjaan tersebut agar tertata lebih baik dan selesai dengan seperti apa yang diminta.

Orang pertama yang dipilih biasanya adalah Project Manager, karena Project Manager memiliki tanggung jawab untuk memilih orang-orang yang memiliki kemampuan yang sesuai untuk mengerjakan suatu peran di sebuah tim proyek. Project Manager biasanya memilih Team Leader dan Team Leader memilih anggota timnya, tergantung dari seberapa besar proyek yang sedang dibuat. PM juga bertanggungjawab untuk memilih peran kunci proyek lainnya seperti quality managaer, procurement manager, communications manager dan project office manager.

Jadi, memilih Project Manager yang tepat, merupakan suatu aktivitas yang sangat kritikal/penting dalam project life cycle. Kita membutuhkan PM yang memiliki kemampuan yang baik, memiliki pemahan yang mendalam dalam mengelola proyek yang sedang dibuat, pengalaman yang cukup, dan memiliki budaya yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Agar tidak memilih orang yang salah, kita harus membuat deskripsi pekerjaan yang luas. Maka dari itu, terdapat penjelasan dari job description apa saja yang lengkap di bawah ini. Job description akan membantu kita menetapkan roles, responsibilities, skills, experience dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan proyek yang berhasil.

Dan diantara itu juga suatu team membutuhkan adanya pembagian pekerjaan seperti :

  • Role
Jelaskan peran dari PM, misal; Peran dari Project Manager adalah untuk mengerjakan aktivitas dan tugas yang diberikan dalam jangka waktu, biaya, batasan tertentu untuk menghasilkan suatu proyek yang dibutuhkan dan mendapatkan kepuasan pelanggan/user secara total

  • Responsibilities
Buat sebuah daftar tanggung jawab yang harus diemban seorang PM, misal;
  1. -          Project Initiation: Apa yang harus dilakukan untuk menginisiasi proyek
  2. -          Project Planning: Rencana pengerjaan sebuah proyek
  3. -          Project Execution: Cara mengeksekusi suatu proyek
  4. -          Project Closure: Cara penyelesaian suatu proyek

  • Organization
Jelaskan kemampuan organisasional yang dibutuhkan untuk menjadi seorang PM

  • Relationships
Jelaskan hubungan antara PM terhadap stakeholder lainnya, misal: Hubungan dengan project sponsor, project review group, project leaders, project team members

  • Skills
Jelaskan kemampuan yang harus dimiliki PM untuk mengerjakan peran yang diberikan, misal: Project planning, Resource Management, Financial Management, Quality Management, Change Management

  • Experience
Identifikasikan pengalaman yang dibutuhkan agar bisa menjadi PM dari suatu proyek, pengalaman bisa didefinisikan dalam hal: Tipe proyek yang pernah di manage, tipe industri dari proyek-proyek yang pernah dimanage, besar dan tingkat kesulitan dari proyek sebelumnya, pengalaman menjadi PM dalam hitungan tahun, dll

  • Qualifications
Garis besarkan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengelola proyek secara kompeten, contoh: Minimal lulusan S1, S2, memiliki gelar spesialis dsb

  • Personality
Jelaskan kepribadian yang dibutuhkan untuk menjadi PM suatu proyek, misal: friendly, open-minded, motivational, strong determination, dll
Streamerino narendota-

Flickr Images

Like us on Facebook